PROGRAM INKUBASI BISNIS SOLUSI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PRASEJAHTERA

Nama  : Reza Muhamad Ari Pratama

Kelas   : Etika Bisnis dan Profesi CA

UTS Etika Bisnis dan Profesi

 

Review Artikel

 

PROGRAM INKUBASI BISNIS SOLUSI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PRASEJAHTERA

 

Artikel penulisan ini di susun oleh Lilis Ardini dan Wiwiek Srikandi Shabrie. (https://jurnal.fordebi.or.id/index.php/home/article/view/114)

Tujuan dari program ini adalah untuk mengeksplorasi proses pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program inkubasi bisnis. Tujuan program inkubasi adalah untuk meningkatkan bakat kewirausahaan. Pendorong perusahaan bisnis baru bukan hanya tergantung pada ketersediaan dana, namun diperlukan motivasi dan usaha yang keras, sehingga tidak hanya keinginan saja tetapi juga kemampuan, motivasi, dan niat yang kuat didukung dengan modal yang cukup.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian eksplanatory untuk menjelaskan proses pemberdayaan yang dilakukan pada perempuan prasejahtera. Kategori perempuan prasejahtera dalam penelitian ini adalah perempuan miskin yang belum mampu membantu keluarganya untuk memberikan penghasilan tambahan buat keluarganya.

Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian kualitatif adalah dengan melakukan proses transkripsi, kategorisasi dan menentukan beberapa tema mulai dari model pemberdayaan, kegiatan inkubasi, manfaat inkubasi pada kemandirian dan pendapatan, dan inovasi

Hasil dari penelitian inkubasi bisnis yang diterapkan kepada 3 rusunawa di Surabaya yang targetnya adalah ibu rumah tangga membawa hasil yang positif dapat dibuktikan dengan model pemberdayaan perempuan prasejahtera dapat dikategorikan memiliki tingkat kemampuan dalam meningkatkan penghasilan rumah tangga karena perempuan prasejahtera ini mampu bersaing di pasar, memiliki motivasi yang tinggi dan kepercayaan diri terlihat dari cara mereka berpikir. Dalam proses inkubasi bisnis dilakukan metode treatment untuk menguatkan mental perempuan prasejahtera terutama dalam memotivasi diri dan pola pikir.

Metode treatment yang dilakukan berbentuk sebuah pelatihan dalam hal hard skill dan soft skill guna meningkatkan skill para ibu rumah tangga. Dalam penelitian ini pelatihan hard skill yang diberikan adalah pelatihan pembuatan makanan (kue brownies, kerupuk semiler), handycraft dan juga pelatihan menjahit. Selain pelatihan hard skill, dalam proses inkubasi juga di lakukan pelatihan soft skill seperti pembukuan sederhana, manajemen bisnis, dan kewirausahaan di mana akan menjadi bekal bagi para ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan. Proses inkubasi yang dilaksanakan telah membawa dampak positif yang signifikan kepada perilaku ibu rumah tangga di 3 rusunawa tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya kemandirian dan kreativitas seiring dengan meningkatnya penghasilan

 

Pendapat pribadi atas artikel ini adalah pelaksanaan inkubasi bisnis sangat bermanfaat bagi ibu rumah tangga di 3 rusunawa Surabaya yang menjadi peserta inkubasi bisnis dibuktikan dengan meningkatnya keinginan untuk mulai berbisnis, meningkatnya kreativitas, kemandirian, kemauan untuk belajar bagi para ibu rumah tangga di 3 rusunawa Surabaya. Hal ini sejalan dengan teori etika teleologi di mana mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan. Kegiatan inkubasi bisnis mempunyai tujuan untuk mengangkat perekonomian rumah tangga di rusunawa dengan memberikan suatu pelatihan kewirausahaan kepada tiap ibu rumah tangga di sana.

Teori teleologi memiliki salah satu aliran yang disebut Utilitarianisme , di mana menurut teori ini, suatu tindakan atau perbuatan dikatakan baik apabila membawa manfaat, tidak hanya satu atau dua orang saja, melainkan bermanfaat untuk masyarakat. Teori ini sejalan dengan proses inkubasi bisnis yang dapat bermanfaat bagi masyarakat rumah susun Romokalisari, rumah susun Dupak Bangunrejo dan rumah susun Pesapen di mana setelah pelaksanaan inkubasi bisnis, perekonomian masyarakat rusunawa dapat terangkat, tidak hanya perekonomian, hal lain seperti kreativitas, kemandirian, skill wirausaha, inovasi, dan kemauan untuk belajar pun tertanam di dalam diri mereka masing-masing.

Hal -  hal yang ditanamkan dalam proses pelatihan atau proses inkubasi bisnis mencakup banyak kepentingan dalam kewirausahaan sebagaimana yang tercantum dalam buku Building New Bridges Between Business and Society karangan Hualiang Lu, Rene Schimdpeter, dan Nicholas Capaldi. Dalam buku itu dijelaskan beberapa kebajikan atau suatu hal yang harus dimiliki oleh pengusaha seperti halnya ambisi, inisiatif, keberanian, eksperimen, ketekunan.

Ambisi, dalam proses inkubasi bisnis tersebut ditanamkan ambisi pada peserta untuk tetap belajar agar perekonomian mereka dapat tertunjang

Inisiatif, hasil dari proses inkubasi bisnis yang telah di laksanakan menanamkan inisiatif kepada para peserta inkubasi di mana terlihat dari inisiatif para ibu rumah tangga ketika terdapat suatu kendala seperti cuaca yang mengganggu, ketidak tertarikan konsumen terhadap bentuk kerupuk, di mana hal-hal tersebut dapat ditanggulangi oleh inisiatif mereka sendiri seperti mengecilkan bentuk dari kerupuk.

Keberanian, hal ini di tunjukkan dengan para ibu rumah tangga yang sudah mulai berani untuk menjual hasil produknya, berani untuk berinovasi, berani mengambil risiko, dan hal ini yang dibutuhkan oleh para pengusaha

Eksperimen di mana hal ini di tunjukkan dengan sekelompok warga rusun telah melakukan inovasi terhadap produk yang dihasilkan misalnya dalam pembuatan brownies dengan varian rasa, dalam produk kerupuk, eksperimen yang dilakukan adalah dengan mengubah bentuk kerupuk sesuai dengan minat masyarakat milenial.

Ketekunan merupakan suatu kepentingan independen. Independen merupakan kepentingan dalam memercayai penilaian sendiri dan bertindak atas dasar penilaian terbaiknya. Hal ini ditunjukkan pada peserta inkubasi bisnis yang mendalami keterampilan menjahit, di mana ketika banyak peserta yang enggan untuk memilih keterampilan penjahit, namun ada beberapa peserta yang tetap tekun untuk memperdalami keterampilan menjahit yang dapat dijadikan sebagai pekerjaan, karena menurut mereka keterampilan menjahit di awal memang kurang diminati namun keterampilan ini jika ditekuni akan memberikan pendapatan yang bagus dibandingkan hanya berpatok dalam satu pelatihan saja.

 

       Kesimpulannya, program inkubasi bisnis Klinik Usaha Mandiri perempuan prasejahtera yang tinggal di rusunawa membawa manfaat pada peningkatan ekonomi keluarga. Pemberdayaan wanita di rusunawa dapat meningkatkan kemandirian perempuan dan penghasilan keluarga. Di samping itu, inovasi juga dapat berkembang pasca inkubasi dengan komitmen yang ditunjukkan seperti berinvestasi pada peralatan dan perlengkapan untuk mengembangkan bisnisnya.

 

 


 

Referensi

 

Lu H., Schimdpeter R., Capaldi N., (2018). Building New Bridges Between Business and Society. Journal Of Business Research

https://rizkiamaliafebriani.wordpress.com/2013/10/08/teori-teori-etika-bisnis/

https://jurnal.fordebi.or.id/index.php/home/article/view/114

Komentar